728x90 AdSpace

Breaking

[recent][ticker2]
November 29, 2017

Tabloid NOVA: 21 TAHUN NIKE ARDILLA MASIH DICINTAI JUTAAN FANS

Tabloid NOVA: 21 TAHUN NIKE ARDILLA MASIH DICINTAI JUTAAN FANS

Tabloid NOVA NO. 1465/XXIX • 21 - 27 Maret 2016 menampilkan sampul depan bergambar Nike Ardilla. Judul besar yang tertera di halaman tersebut adalah "21 TAHUN NIKE ARDILLA MASIH DICINTAI JUTAAN FANS". Edisi kali ini memang untuk mengenang 21 tahun kepergian Nike Ardilla.

Pada foto sampul tersebut, Nike tampil dengan gaya rambut pendek sebahu. Sedangkan untuk pakaian, Nike mengenakan atasan lengan pendek warna putih yang dibalut kemeja tanpa lengan warna merah tanpa dikancing. Sementara untuk bawahan, Nike terlihat mengenakan celana jins warna biru.

Artikel tentang Nike Ardilla sendiri dimuat dalam rubrik Selebritis pada halaman 4 dan 5 di tabloid yang mempunyai 56 halaman pada edisi tersebut. Judul artikel tersebut adalah "Mengenang Nike Ardilla 21 TAHUN BERLALU, NIKE MASIH DICINTAI".

Tabloid NOVA: 21 TAHUN NIKE ARDILLA MASIH DICINTAI JUTAAN FANS

Selain artikel utama, ada juga artikel tambahan yang berjudul "MENERUSKAN JIWA SOSIAL" yang diletakkan di halaman 5. Artikel Nike ini dilengkapi dengan sembilan buah foto. Foto-foto tersebut di antaranya adalah foto ibunda Nike, makam Nike, foto Nike sendiri, serta beberapa foto museum Nike Ardilla.

Berikut adalah isi dari artikel utama tersebut yang saya poskan ulang di sini agar teman-teman bisa membacanya dengan baik.

Mengenang Nike Ardilla 21 TAHUN, NIKE MASIH DICINTAI

Tidak banyak penyanyi yang hari kelahiran dan kematiannya senantiasa diperingati penggemarnya setiap tahun. Legenda Elvis Presley, Jim Morrison, Marlyn Monroe, di antaranya yang makamnya masih didatangi penggemar untuk berziarah hingga saat ini.

Di lndonesia hanya almarhumah Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau lebih dikenal Nike Ardilla yang selalu mendapat penghormatan serupa dari penggemarnya. Nike meninggal dunia pada usia yang terbilang masih muda 19 tahun, saat berada di puncak karier. Kecelakaan tunggal di Jalan Riau Bandung, 19 Maret 1995 subuh telah merenggut nyawanya.

Dia pun dianggap 'seberkas sinar' yang membuat penggemarnya takjub oleh karya yang diukirnya. Dalam kurun waktu 1987 - 1995 Nike menelurkan 12 album dengan single hits seperti Seberkas Sinar, Bintang kehidupan, Panggung Sandiwara, Tinggallah Ku Sendiri, dan masih banyak lagi. Ia juga membintangi 10 judul film layar lebar dan 14 judul sinetron. Sejumlah penghargaan pun diterimanya dari berbagai negara. Popularitasnya menggema hingga negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura di mana dia pernah beberapa kali menggelar konser tunggal.

Nike yang mengawali kariernya sebagai foto model dan pemain film, mulai merambah dunia tarik suara. Dia merilis album Seberkas Sinar (1989) saat usianya 14 tahun. Terjual lebih dari 500 ribu kaset. Menurut ibundanya, Nining Siraj (77), sebagian honor dari penjualan album tersebut langsung digunakan untuk mewujudkan janjinya saat usia 5 tahun. "'Kalau iadi penyanyi terus banyak uang, Neneng pengin bikin sekolah.' Eh, cita-citanya terkabul jadi penyanyi. Dia langsung membeli sebidang tanah yang kemudian mendirikan SLB di kawasan Cipamokolan, yang sampai sekarang masih berdiri,” kata Nining mengenang anak bungsunya.

Tidak hanya keluarga, ribuan penggemarnya juga merasa kehilangan sosok idola. Meski sudah 21 tahun pergi untuk selamanya, dalam sehari sedikitnya 10 - 20 orang datang dari berbagai kota hingga saat ini untuk melihat peninggalan Sang idola.

Pihak keluarga juga membuka pintu rumahnya bagi siapapun yang hadir mengenang Nike melalui sebuah museum yang memamerkan seluruh barang pribadi Nike, sejak masih bocah hingga potongan pintu mobil yang dikendarainya menjelang Nike meregang nyawa.

Juga dipamerkan replika kamar tidur Nike, persis seperti ditinggal Nike beberapa jam sebelum meninggal dunia. "Susunan kamar ini seperti yang Nike tinggalkan. Sebelum dia keluar rumah, terlebih dulu merapikan kamar tidurnya. Lalu mandi dan keramas. Dia bilang, 'kalau semua sudah bersih hati juga plong, Mah,'" ujar Nining.

Kalung dan Potongan Rambut
Benar saja, selama NOVA berbincang dengan Nining, sedikitnya 5 orang yang datang, minta izin ke museum yang terletak di lantai dua. Di antaranya Ovie Bais asal Sawahlunto bersama 3 rekannya, menyusul Herman dari Tanjung Balai Karimun. Kehadiran Ovie sudah 3 tahun berturut-turut sejak 2014, tak heran Ovie sudah demikian akrab dengan keluarga Nike. "Aku suka semua lagunya. Suaranya juga khas, enggak ada yang bisa menggantikan sampai Sekarang," ujar Ovie yang sengaja datang untuk bersilaturahmi dengan sesama penggemar Nike.

Ovie mulai mengenai sosok Nike ketika melakukan promosi lagu Bintang Kehidupan di TVRI. Ovie mengidolakan Nike sejak masih kelas 5 SD. Bukan hanya hafal semua lagu yang dinyanyikan Nike, Ovie meniru cara bernyanyi, potongan rambutnya. "Bahkan kalungnya pun saya tiru. Ha ha ha," ujar ibu dua anak ini.

Menangisi Makam
Nining mengatakan, penggemar Nike berasal dari segala usia, mulai dewasa, remaja. hingga anak-anak. "Anak-anak itu bilang, mereka sering mendengar ibunya menyanyikan lagu-lagu Nike, lalu mereka mendengar sendiri suara Nike dari CD. Dari sana timbul penasaran. Saat berkunjung ke Bandung, mereka akhirnya pada mampir di museum."

Ada juga yang datang setelah terlebih dulu menjual sepeda motor milik ayahnya buat ongkos ke Ciamis dan Bandung dari Palembang. "Mendengar cerita mereka, saya cuma bisa mengurut dada."

Seiring waktu, penggemar Nike justru semakin banyak. Sayangnya mereka tidak mendata secara lengkap, seperti tertihat pada buku tamu yang ditulis secara manual, dan nomor tidak urut, sehingga sulit untuk mengetahui secara pasti jumlah pengunjung yang sudah datang sejak kematian Nike.

Selain mengunjungi museum, penggemar juga rutin melakukan ziarah ke makam Nike di Ciamis, Jawa Barat. Para peziarah itu tidak sedikit yang mengusapkan tangannya ke batu nisan lalu mengoleskannya di dahi atau pipi. "Saya sampai terheran-heran. Tapi yang saya kurang setuju kalau mereka menangisi makam Nike, karena membuat saya jadi terharu lagi. Lalu saya minta mereka jangan menangis, karena Nike sudah tenang, jangan ditangisi lagi."

Tidak sedikit pula peziarah datang dari luar lndonesia seperti dari Hongkong, Jepang, dan Australia. "Katanya mereka pernah nonton film yang dibintangi Nike, atau pernah nonton konser tunggal Nike di Malaysia. Mereka bilang, suaranya bagus dan wajahnya cantik."

Selama di makam, kata Nining, peziarah melakukan sembahyang dengan caranya masing-masing. Di antaranya sembahyang sambil membakar dupa yang wangi. "Usai mereka sembahyang, saya hanya bisa bilang terima kasih,terima kasih," ujar Nining yang mengaku sering bingung dengan kehadiran para peziarah di makam anaknya. "Saya sering berpikir, Nike sudah bikin apa sampai orang-orang pada kenal Nike dan datang ziarah sampai sekarang."

Kehadiran para penggemar Nike yang seakan tiada habisnya, ikut memberi hiburan tersendiri bagi Nining, makanya ia tidak pernah menutup pintu. "Kedatangan mereka memberi hiburan bagi saya, dan sering mem-bantu kalau saya sedang sakit. Lagi pula, kan, kasihan, Nike sudah enggak ada, lalu mereka enggak boleh datang," tambahnya. (TUMPAK SIDABUTAR)

Sedangkan di bawah ini adalah isi artikel yang berjudul "MENERUSKAN JIWA SOSIAL".

Fans fanatik Nike yang tergabung dalam Nike Ardilla Fans Club (NAFC) terus menunjukkan kecintaan pada Sang idola. Selain setiap tahun rutin mengadakan selamatan di hari ulang tahun dan kematian Nike, mereka juga kerap menggelar bakti sosial.

"Dari tahun 1995, kami tidak pernah absen berziarah ke makam Nike setiap tanggal 19 Maret. Selain itu, kita juga rutin mengadakan kopdar, buka puasa bersama, halal bihalal, dan aksi sosial, seperti saat musibah banjir di Bandung, Jakarta Timur, dan gempa bumi di Aceh. Waktu di Aceh, kita kerja sama dengan Teuku Zaky," kata ketua NAFC Emma Amrin. Menurutnya, aksi sosial itu untuk meneruskan jiwa sosial Nike semasa hidup.

Emma juga menyebutkan jika anggota NAFC bukan saja berasal dari kalangan orang dewasa. "Setiap tahun, ada saja anggota baru. Yang paling muda usia 14 tahun. Dia tahu karena mendengar suara Nike kemudian mencari tahu dan akhirnya bergabung di NAFC.

Seperti tahun sebelumnya, tepat tanggal 19 Maret ini pun, NAFC menggelar ziarah ke makam Nike di Ciamis. "Yang ikut dari NAFC berbagai kota seperti Surabaya,Yogyakarta, Palembang, Lampung, Malang, dan Surabaya," ujar Emma.

Sementara itu, admin NAFC di dunia maya, Ara juga menyebutkan sampai saat ini anggota NAFC hampir mencapai 3 juta orang. "Sampai sekarang anggota NAFC di fanpage 2.950.000 orang." (ISNA)
Tabloid NOVA: 21 TAHUN NIKE ARDILLA MASIH DICINTAI JUTAAN FANS Reviewed by Munadi on Wednesday, November 29, 2017 Rating: 5 T abloid NOVA NO. 1465/XXIX • 21 - 27 Maret 2016 menampilkan sampul depan bergambar Nike Ardilla. Judul besar yang tertera di halaman ter...

Reaction

[Entertainment][carousel1]

No comments: