Belanja online di marketplace seperti Lazada memang praktis, tapi kita harus ekstra hati-hati dengan data pribadi. Baru-baru ini, muncul modus penipuan baru yang cukup rapi: pesan WhatsApp dari oknum yang mengaku pihak JNE sesaat setelah kita melakukan transaksi.
Bagaimana kronologinya dan apa tujuannya? Mari kita bahas agar teman-teman pembaca Munadi.ID tidak terjebak.
Kronologi Modus: "Paket Anda Tertukar atau Hilang"
Modus ini biasanya dimulai tepat setelah kita memesan barang atau saat paket sedang dalam perjalanan. Tiba-tiba, sebuah nomor WhatsApp (biasanya menggunakan logo JNE atau kurir) menghubungi Anda dengan pesan yang sangat meyakinkan:
- Informasi Masalah: Penipu mengklaim bahwa paket yang Anda beli di Lazada mengalami kendala teknis, seperti tertukar dengan milik orang lain atau hilang di gudang transit.
- Meminta Bukti Transaksi: Untuk "membantu" proses pengembalian dana (refund), mereka meminta Anda mengirimkan screenshot detail transaksi atau bukti pembayaran dari aplikasi Lazada ke nomor tersebut.
- Mengarahkan ke Link/Nomor Lain: Terkadang, mereka juga menyisipkan link palsu atau meminta kode OTP dengan dalih verifikasi identitas.
Faktanya: Paket Sampai dengan Selamat
Hal yang paling mengejutkan adalah, meski kita mendapatkan pesan ancaman bahwa paket hilang, kenyataannya paket tersebut tetap sampai ke rumah kita dalam kondisi baik sesuai jadwal.
Ini membuktikan bahwa pesan WhatsApp tersebut adalah murni upaya penipuan untuk:
- Mendapatkan data pribadi Anda.
- Mengambil alih akun (jika mereka meminta OTP).
- Memancing Anda melakukan transaksi di luar aplikasi resmi.
Catatan Penting: JNE, Lazada, maupun ekspedisi resmi lainnya tidak pernah meminta data sensitif atau bukti transaksi melalui chat pribadi WhatsApp untuk proses pengembalian dana. Semua kendala pengiriman selalu diinfokan melalui aplikasi resmi atau nomor customer service terverifikasi (centang biru).
Kenapa Mereka Bisa Tahu Kita Sedang Belanja?
Ini yang sering membuat korban percaya. Penipu kemungkinan mendapatkan data dari kebocoran informasi atau manifest pengiriman yang tidak dihancurkan dengan benar. Inilah alasan mengapa kita selalu disarankan untuk menghancurkan/mencoret label alamat pada paket sebelum membuang bungkusnya.
Tips Agar Tidak Terkecoh
Jika Anda menerima pesan serupa, lakukan langkah-langkah berikut:
- Jangan Panik: Cek status paket secara berkala langsung di aplikasi Lazada atau situs resmi JNE di jne.co.id.
- Abaikan & Blokir: Jika ada nomor tidak dikenal meminta screenshot transaksi, segera blokir nomor tersebut.
- Jangan Klik Link Apapun: Jangan pernah mengklik tautan (URL) yang dikirimkan oleh nomor asing.
- Hanya Gunakan Fitur Refund di Aplikasi: Jika paket memang bermasalah, pengajuan pengembalian dana hanya sah jika dilakukan melalui sistem di aplikasi Lazada, bukan lewat WhatsApp.
Kesimpulan
Kejahatan siber semakin beragam bentuknya. Modus mengaku kurir JNE ini memanfaatkan rasa khawatir kita terhadap barang yang sudah dibayar. Tetaplah waspada, selalu cek ricek, dan jangan mudah memberikan data apapun kepada pihak ketiga di luar platform resmi.
Pernah mengalami kejadian serupa? Tulis pengalaman Anda di kolom komentar di bawah agar pembaca Munadi.ID lainnya bisa lebih waspada!
Tidak ada komentar: