Scroll untuk baca artikel
WPDealer 160x600
Vroperty 160x600
Munadi.ID
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1445 H | MAU NGIKLAN BARANG BARU/BEKAS & GRATIS? PASANG IKLAN AJA DI MUNADI.ID ADS
Travel

Wana Wisata Tanjung Papuma, Surga di Balik Bukit

106
×

Wana Wisata Tanjung Papuma, Surga di Balik Bukit

Sebarkan artikel ini

Pantai Pasir Putih Malikan

Perahu di Pantai Papuma

Langit Papuma siang itu dalam kondisi cukup terang. Udara panas terasa saat berada di pantai yang terbuka ini. Perahu-perahu berwarna-warni terlihat bersandar di pinggir pantai. Ada juga perahu yang berada di area daratan di bawah pepohonan. Selain itu, tampak pula seorang nelayan sedang berdiri menjaring ikan dengan ditemani deburan ombak laut.

Papuma sebenarnya merupakan akronim dari Pantai Putih Malikan. Hal ini sesuai dengan kondisi pantainya yang berpasir putih, kontras dengan pantai-pantai yang ada disekitarnya yang berpasir hitam, seperti Pantai Watu Ulo dan Pantai Payangan. Garis Pantai Papuma melengkung dengan bagian daratan yang merupakan hutan dengan kumpulan pohon yang menghijau membuat pantai yang satu ini menjadi terasa begitu asri.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pantai Papuma juga acap kali dikenal dengan sebutan Pantai Tanjung Papuma. Dinamakan demikian karena memang lokasinya yang merupakan sebuah tanjung. Tanjung adalah daratan yang menjorok ke lautan. Salah satu ciri khas pantai-pantai di area ini adalah adanya batu-batu besar di tengah laut, dekat dari pantai. Saat sore hari dari atas bukit, tampak pemandangan pantai dengan air laut membiru dan batu besar menghiasinya.

Hal yang menjadi daya tarik tersendiri dari Pantai Papuma adalah bulir-bulir pasirnya yang halus dengan warna putih kecoklatan. Selain menikmati pemandangan atau bermain di pasirnya yang putih, kamu juga dapat menumpang perahu guna mengunjungi pulau-pulau dan pantai yang berada di sekitarnya dengan menggunakan perahu nelayan. Pulau-pulau yang dimaksud adalah berupa karang sehingga kita tidak benar-benar mengunjungi melainkan hanya mendekati saja.

Perahu Nelayan di Pantai Papuma

Perahu yang dipakai adalah perahu nelayan yang digunakan untuk melaut pada malam hari. Sementara pada siang hari, perahu-perahu ini dikaryakan lagi untuk mengangkut penumpang dengan tarif Rp 20 ribu per orang dan sudah dilengkapi dengan pelampung. Mandi di laut merupakan hal yang terlarang lantaran ombak dan gelombangnya yang besar mengingat ini adalah pantai selatan.

Papan Larangan Mandi di Pantai Papuma

Di samping itu, pengunjung dapat pula berkemah di area bumi perkemahan atau bagi mereka yang ingin beristirahat lebih nyaman, bisa memilih penginapan. Pengunjung yang bermalam akan menikmati suasana matahari terbenam. Selain suasana malam yang tenang dengan ditemani ribuan bintang tentunya.

Titik kunjungan lain yang berada tidak jauh dari pantai adalah Kelenteng Kwee Ang Bio. Kelenteng ini dibangun pada tahun 1994 dan pada 2008 pernah direnovasi. Hari paling ramai adalah hari Minggu. Sedangkan periode puncak kunjungan jatuh pada masa lebaran.

Beberapa jenis hasil laut yang biasa didapatkan oleh nelayan di antaranya adalah lobster, cumi-cumi, ikan tongkol, dan gurita. Biasanya, hasil ini akan dijual ke rumah-rumah makan yang banyak berdiri di dekat pantai. Hasil laut tersebut akan diolah dengan cara dibakar, goreng, atau dimasak asam manis.

Deretan Warung Makan di Pantai Papuma

Kamu dapat memilih ikan apa yang ingin kamu nikmati dalam kotak pendingin yang diletakkan di depan warung. Baru setelah itu dimasak sehingga masakan yang dihidangkan dalam kondisi hangat dan segar. Nah, air kelapa muda dapat menjadi pelengkap momen bersantap sembari menikmati hembusan angin laut.

Lokasi Pantai Papuma berjarak lebih kurang 40 kilometer dari pusat kota Jember, Jawa Timur. Dibutuhkan usaha untuk mencapai pantai ini lantaran harus melewati bukit. Tetapi, upaya ini sebanding dengan keelokan alam yang akan kamu nikmati nantinya.

Petunjuk Lokasi Wana Wisata Tanjung Papuma

Jalanan di sepanjang jalan berbukit juga menjadi panorama dan pemandangan tersendiri. Ada kalanya terlihat kadal-kadal berukuran besar di tepi jalan atau sedang menyeberangi jalan. Demikian pula halnya dengan monyet-monyet berekor panjang yang banyak terdapat di beberapa tempat menuju pantai. Selain itu, bila kita berhenti sebentar, maka akan terdengar suara burung. Pemandangan eksotik juga akan kita nikmati saat melihat hutan jati di sepanjang jalan. Walaupun di beberapa ruas dijumpai kerusakan, namun jalanan cukup bagus untuk dilintasi.

Terdapat titik-titik terbaik untuk mengambil foto pantai dari ketinggian di beberapa tempat pada puncak bukit menjelang tiba di lokasi. Garis pantai yang terlihat melengkung dengan pantai pasir berbatu, air laut yang berwarna biru, barisan perahu kayu, serta batu-batu karang besar yang berada dekat dari bibir pantai menjadi lanskap alam yang begitu menakjubkan. Rasanya tidak berlebihan bila ada yang menyebutkan bahwa pantai ini adalah surga di balik bukit.

Batu Karang di Pantai Papuma

Salah satu batu karang yang populer di sini adalah Batu Kodok atau Watu Kodok. Dinamai demikian karena menurut penilaian orang bentuknya menyerupai kodok. Gelombang besar berdebur ketika menghantam bagian bawah karang.

Salah Satu Pemandangan yang Bisa Dilihat dari Siti Hinggil

Selain itu, kita juga dapat menikmati pemandangan dari ketinggian melalui Siti Hinggil. Tempat ini merupakan tebing bukit yang mempunyai jarak kira-kira 700 meter dari pantai. Kita harus menaiki anak tangga untuk bisa mencapai lokasi ini. Dari tempat ini, kita dapat melihat laut dengan batu karangnya yang tinggi menjulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *